Berhenti Merokok
Di Halaman ini
Mengapa berhenti merokok?
Tembakau membunuh.
Merokok merupakan salah satu faktor risiko paling menonjol untuk penyakit penyebab utama kematian, seperti stroke, penyakit jantung, dan kanker paru-paru. Satu faktor risiko utama seperti merokok dapat meningkatkan risiko Anda terkena salah satu penyakit tersebut.
Merokok merusak hampir setiap organ tubuh, menyebabkan banyak penyakit, dan menurunkan kesehatan perokok secara umum. Berhenti merokok menurunkan risiko penyakit terkait merokok dan dapat menambah tahun kehidupan Anda.
Orang yang merokok atau menggunakan bentuk tembakau lainnya lebih mungkin mengalami penyakit dan meninggal lebih awal dibandingkan orang yang tidak menggunakan tembakau.
Jika Anda merokok, Anda mungkin khawatir tentang dampaknya terhadap kesehatan.
Anda mungkin juga khawatir tentang betapa sulitnya berhenti merokok.
Nikotin sangat adiktif, dan berhenti merokok, terutama tanpa bantuan, dapat menjadi sulit.
Faktanya, sebagian besar orang tidak berhasil pada percobaan pertama untuk berhenti. Mungkin diperlukan lebih dari satu percobaan, tetapi Anda dapat berhenti merokok.
Risiko merokok bagi kesehatan
Perkiraan menunjukkan bahwa merokok meningkatkan risiko:
2 hingga 4 kali
untuk penyakit jantung koroner
2 hingga 4 kali
untuk stroke
25 kali
untuk pria mengalami kanker paru-paru
25,7 kali
untuk wanita mengalami kanker paru-paru
01
Merokok dapat menyebabkan penyakit paru-paru dengan merusak saluran napas dan kantong udara kecil (alveoli) di paru-paru.1,2 Penyakit paru-paru akibat merokok mencakup penyakit paru obstruktif kronis (PPOK/COPD), yang meliputi emfisema dan bronkitis kronis.
02
Merokok dapat menyebabkan kanker hampir di seluruh bagian tubuh:
• Kandung kemih
• Darah (leukemia mieloid akut)
• Serviks
• Usus besar dan rektum (kolorektal)
• Kerongkongan (esofagus)
• Ginjal dan ureter
• Laring
• Hati
• Orofaring, termasuk bagian tenggorokan, lidah, langit-langit lunak, dan amandel
• Pankreas
• Lambung
• Trakea, bronkus, dan paru-paru
03
Merokok merupakan penyebab diabetes melitus tipe 2 dan dapat membuatnya lebih sulit dikendalikan. Risiko terkena diabetes 30–40% lebih tinggi pada perokok aktif dibandingkan bukan perokok.
04
Merokok dapat menyebabkan kehamilan ektopik pada wanita, yaitu ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di tempat selain rahim. Sel telur tersebut tidak dapat bertahan dan, jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengancam jiwa ibu. Merokok juga menurunkan kesuburan, sehingga lebih sulit untuk hamil.
05
Kebutaan, katarak, dan degenerasi makula terkait usia.
06
Dampak merokok tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu, tetapi juga bayinya. Merokok saat hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan/atau dengan berat badan lahir rendah.
07
Merokok berkontribusi terhadap periodontitis, yaitu infeksi gusi yang merusak tulang penyangga gigi. Kondisi ini merupakan penyebab utama kehilangan gigi pada orang dewasa.
08
Artritis reumatoid merupakan penyakit peradangan kronis yang lebih umum pada wanita dan memengaruhi sendi tangan serta kaki. Merokok merupakan salah satu penyebabnya dan juga berkaitan dengan munculnya penyakit pada usia lebih muda.
Rencana tindakan berhenti merokok
Setelah memutuskan berhenti merokok, saatnya menyusun rencana tindakan Anda.
Salah satu langkah pertama dalam rencana tersebut adalah “Dapatkan dukungan.
”Dukungan dapat berasal dari keluarga, teman, dokter, konselor, kelompok dukungan, atau layanan bantuan berhenti merokok melalui telepon.
Dukungan juga dapat berupa penggunaan satu atau lebih obat yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk berhenti merokok.
Langkah penting lainnya dalam rencana tindakan berhenti merokok adalah merencanakan cara menghadapi tantangan.
Misalnya, buat daftar tempat berisiko tinggi yang ingin Anda hindari saat memulai rencana berhenti merokok.
Pikirkan tempat lain untuk dikunjungi yang tidak mengizinkan merokok, seperti pusat perbelanjaan, museum, atau bioskop.
Hidup tanpa rokok
Apa arti hidup tanpa rokok? Hidup tanpa rokok adalah kesempatan Anda untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan mungkin lebih panjang.
Hidup tanpa rokok juga dapat berarti kualitas hidup yang lebih baik, dengan stamina lebih tinggi serta kemampuan menikmati rasa dan aroma yang lebih baik.
Namun, hidup tanpa rokok tidak berarti hidup tanpa stres.Faktanya, perokok sering menyebut stres sebagai alasan kembali merokok.
Alih-alih menggunakan nikotin untuk menghadapi stres, Anda perlu mempelajari cara baru untuk mengatasinya. Bersikaplah proaktif.
Anda dapat membaca lebih lanjut tentang pengelolaan stres.
Untuk bantuan lebih lanjut, bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan mental.